Tradisi Ngerebeg ini merupakan serangkaian piodalan di pura Duur Bingin, Banjar Tengah desa Tegallalang. Dalam tradisi ini anak-anak dari tujuh Banjar se desa Tegallalang dengan menggunakan riasan dengan beraneka warna serta pernak-pernik yang digunakan anak-anak tersebut selama prosesi, menjadi salah satu daya tarik prosesi ini.
Sejak siang sekitar pukul 11.00 wita, satu persatu anak laki-laki dengan berbagai hiasan sudah memadati Pura Luhur Duur Bingin. Hal ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan ritual ngerebeg. Hingga pukul 12.00 wita,sesaat setelah anak anak tersebut berkumpul di Utamaning Mandala Pura, rangkaian upacara persiapan ngerebeg pun dilakukan seperti persembahyangan hingga nunas pica berupa nasi dan lawar yang dilakukan dengan cara megibung.
Setelah dimulai dari depan Pura Luhur Duur Bingin, anak-anak dengan membawa miniatur penjor dari pelepah pohon salak selanjutnya berjalan kaki sejauh 10 km mengelilingi Desa Tegallalang. Prosesi ini mengundang decak kagum puluhan wisatawan yang kebetulan atau sengaja ingin menyaksikannya. Bahkan masyarakat pun kompak terlihat duduk-duduk di depan rumah maupun art shop mereka untuk menyaksikan ritual yang dilaksanakan tiap enam bulan sekali itu.
Dijelaskannya lebih lanjut, ritual ini berkaitan dengan keberadaan Pura Luhur Duur Bingin yang berbeda dengan pura lainnya. Sebab sesuhunan yang berstana di pura tersebut adalah Ida Bhatara Ratu Gede yang berupa sepasang Barong Landung Istri dan Lanang. Jadi ritual ini memiliki makna seperti syukuran. Karena setelah anak-anak ini menghaturkan sesajen baik itu buah, bunga dan lainnya pada pagi harinya, siang hari mereka melaksanakan ritual ini
Ngerebeg dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Pakraman Tegallalang. Diperkirakan ritual ini sudah ada sejak abad ke-13. Hingga kini tradisi tersebut tetap dilaksanakan. Masyarakat pun tidak berani menghapus tradisi ini.
Tidak cuma anak-anak tetapi juga orang dewasa ikut dalam keberlangsungan proses jalannya tradisi ngerebeg dari awal mulai hingga selesai. Krama banjar di desa Tegallalang sangat percaya jika ritual ngerebeg ini tidak dilaksanakan, bisa terjadi bencana di wilayah Desa Pakraman Tegallalang.



Waaaawwwwww
BalasHapuswah , aku jadi tau
BalasHapusGood
BalasHapusOoo gitu ya kak
BalasHapusOhhh jadi ini
BalasHapusWaww
BalasHapusWow
BalasHapus